Sumenep, 15/01/2020, genpimadura.id -Topa’ Rap-orap (ketupat), begitu masyarakat Desa Bangkal Kecamatan Kota Sumenep Madura menyebut jenis kuliner tradisional khas Kota Sumekar ini.

Makanan jenis sarapan pagi ini terdiri dari berbagai varian olahan sayur yang dihidangkan dalam satu porsi utuh. Antara lain, topa’ (ketupat), daun ketela rebus, daun pepaya rebus, kecambah, kacang panjang, rebbhung (tunas bambu muda), alor (sejenis tumbuhan pesisir tambak) yang diramu dengan bumbu-bumbu alami.

Di atasnya hidangan tersebut lalu ditaburi 2 varian parutan buah kelapa, warna hitam dan merah muda. Parutan warna hitam terbuat dari kelapa tua yang dipanggang di atas perapian. Sedangkan yang merah muda merupakan hasil parutan kelapa muda yang diantara bumbunya adalah cabai besar.

Sebagai lauknya, makanan tradisional khas Kota Keris ini dilengkapi dengan penganan yang berbahan dasar nyèor salèbâ (daging kelapa muda) yang kadang diadon dengan udang atau ikan teri.

Setelah dibumbui dan dibungkus dengan daun pisang, adonan tersebut lalu dipanggang di api ‘tomang’ (perapian dapur ala zaman pra modern).

Bagaimana? Kebayang lezatnya, bukan?

Menu ini sangat cocok menjadi konsumsi pagi hari Anda. Disamping mengenyangkan, menyehatkan bagi tubuh pula.

Hidangan varian jenis olahan sayuran ini mengandung banyak vitamin, kaya serat, dan terdiri dari beragam sensasi yang dapat memanjakan lidah sebelum Anda berangkat kerja.

Belum lagi sambal, atau cèngè kata orang Madura, yang punya ciri khas dan rasa pedas yang terukur. Terukur, karena sebelum diadon menjadi cèngè, segenggam cabainya digoreng terlebih dahulu, dicampur varian bumbu alami, dan pedas sambalnya lalu dinetralkan dengan cara menambahkan sepotong ketupat ke dalamnya.

Penasaran? Cukup sedia uang Rp 5.000, lalu pergi pagi hari ke Pasar Bangkal, atau lebih tepatnya kini bernama Pasar Giling Karapan Sapi Sumenep, Anda sudah bisa menikmatinya.

Penulis: Fendi Chovi
Editor: Mazdon
Penyelaras naskah: Abd. Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here