Hari Jadi Kabupaten Sumenep

Tanggal 27 Oktober 2019 menjadi puncak perhelatan semarak Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-750. Bertempat di sisi barat taman adipura sumenep. Bereda dengan perhelatan tahun sebelumnya, kali ini penyelenggara lebih menonjolkan keberagaman seni budaya yang ada di Sumenep.

Ada 1.033 penampil yang dilibatkan. Diawali dengan penampilan 31 personil polisi cilik memeragakan keterampilan baris berbaris yang membuat decak kagum tamu undangan. Disusul tari muang sangkal dengan 200 penari menyambut kedatangan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama di Sumenep. Sesuai dengan isi Kidung Rangga lawe, Kitab Negara Kertagama dan Pararaton bahwa pada tanggal 31 oktober merupakan pelantikan Arya Wiraraja menjadi Adipati Sumenep dibawah kekuasaan Singosari. Itulah yang dijadikan patokan penetapan hari jadi Kabupaten Sumenep yang kala itu bernama Songennep.

Hari Jadi Kabupaten Sumenep

Klimaks dari event tersebut adalah drama kolosal kehidupan Suku Bajao di sumenep. Diperankan oleh 180 penampil dengan bertemakan Sumenep Rumah Kita. Drama kolosal tersebut menjadi maghnet tersendiri bagi penonton karena bahasa yang di gunakan adalah bahasa masyarakat Kagayan yang tak lain merupakan bentuk akulturasi antara bajao dengan madura.

“Saudaraku, saudaraku, ini rumah kita, Sumenep Rumah Kita” merupakan sebuah penegasan dibait terakhir puisi yang dibacakn oleh Bapak Bupati Sumenep. Kalau biasanya bupati melakukan sambutan di podium, kali ini beliau tampil beda dengan sebuah musikalisasi puisi yang menjadi penutup drama kolosal sumenep rumah kita.

Hari Jadi Kabupaten Sumenep

Selain drama kolosal,ada pula penampilan tari topeng madura, hadrah, musik saronen, kirab para empu dan pawai budaya. Semua berkumpul menjadi satu kesatuan seni pertunjukan yang sangat indah.

“Even ini sangat luar biasa, dan ini diluar ekspektatsi saya hadir ke event ini” kata salah satu pengunjung asal Jakarta. Sementara itu salah satu tamu undangan dari tetua adat mengatakan bahwa ini adalah event yang  membuat kami bisa menari bersama kuda kuda yang terlatih untuk menari mengikuti irama musik.

Event ini dihadiri beberapa tokoh adat, kesulltanan dan beberapa tamu kehormatan lain dari bali yang merupakan trah arya wiraraja. Tidak hanya itu, ribuan penonton juga memadati event tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here