Gereja Katolik Maria Gunung Karmel, Pabian Sumenep

Sumenep, genpimadura.id – Emanuel Puji Astanto, salah-seorang Pendeta di Gereja Katolik Maria Gunung Karmel, Desa Pabian, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Gereja Katolik Maria Gunung Karmel, disebut sebagai satu-satunya Gereja tertua di Madura. Gereja itu dibangun pada tahun 1930.

Romo Pendeta Emanuel Puji Astanto, mengaku terkesan dengan budaya orang Madura, khususnya Sumenep. Ia mengaku Sumenep sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

“Saat tiba di Sumenep, saya merasakan sambutan hangat dari warga dan ada seorang tokoh masyarakat di sini mempersilakan saya dengan menggunakan jari jempol waktu itu,” kata Romo Pendeta Emanuel Puji Astanto, kepada genpimadura.id, (03/07/21).

Menurut Romo Puji, menunjuk dan mempersilakan seseorang dengan menggunakan jari jempol merupakan adab dan kesopanan yang tinggi bagi masyarakat yang menjunjung tinggi adat ketimuran.

“Ada efek keberadaan Keraton Sumenep, ya. Sehingga warga di sini sangat beradab, warganya memiliki tutur kata dan sangat ramah bagi pendatang,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Sumenep adalah Daerah ternyaman dan damai yang pernah ia singgahi. Sehingga wajar, Sumenep disebut sebagai miniatur Nusantara.

” Menariknya lagi, di sini selama bertahun-tahun tiga rumah ibadah (Masjid, Gereja dan Kelenteng) dalam satu kampung/Desa bisa keindahan dengan aman dan damai,” tambahnya.

“Gereja pertama yang berdiri itu ada di Sumenep, lalu di Pamekasan dan yang terakhir itu di Bangkalan,” pungkasnya.

 

Penulis : Fendi Chovi

Editor : Raja Abdul Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here