Sumenep, genpimadura.id – Pada 07 Maret 2020 mendatang, Muhammad Zamil Zamzami bersama Delfia Noor Safitri akan tampil dalam Grand Final pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2020.

Muhammad Zamil Zamzami, pemenang pertama Duta Wisata Kacong Cebbing Sumenep 2019 ini, mengaku semua yang diraih selama ini bermula dari niat untuk mencoba menunjukkan potensi yang dimiliki.

” Saya mengikuti pemilihan Duta Wisata Sumenep 2019 ini dari arahan teman-teman yang sudah pernah mengikuti lomba ini ” ujarnya pada genpimadura.id, Kamis (27/02/2020).

Ia mengaku nekat mengikuti ajang Pemilihan Kacong Cebbing Sumenep 2019 lalu kendati awalnya sempat diragukan oleh keluarga.

” Awalnya, saya ditertawakan, tapi bismillah, saya coba terus, pantang mundur dan Alhamdulillah berhasil ” ujarnya.

Zamil mengatakan, selama ini aktifitasnya lebih banyak di lapangan sebagai Paskibraka, Pramuka, selain juga aktif mengikuti lomba debat dan kompetisi bidang eksakta.

Lelaki kelahiran 24 November 2000 ini merasa pencapaian sebagai juara Duta Wisata Kacong Cebbing Sumenep 2019 terbantu oleh public speaking yang dimilikinya.

“Alhamdulillah, saya sudah terlatih dalam hal public speaking. Keahlian itu saya dapatkan sejak menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Sumenep dan Forum Anak Muda ” katanya.

Hal paling penting dalam public speaking kata Zamil, adalah keberanian untuk mencoba dan melatih diri tampil lebih baik.

Lelaki kelahiran Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep ini mengutarakan bahwa semua yang dilakukannya adalah semata untuk membuat orangtuanya bangga.

“Ortuku sekarang terus memberi dukungan penuh, dulu masih khawatir dan setengah tidak percaya,” katanya.

Sebagai duta wisata, Zamil menilai bahwa anak muda Madura harus cinta terhadap bahasa daerah.

” Sebagai anak muda seharusnya kita tidak malu menunjukkan budaya kita sendiri, terutama dalam mengggunakan bahasa Madura ” pesannya.

Ia menyampaikan, salah satu cara termudah menunjukkan bahwa kita bangga dengan bahasa Madura adalah dengan membiasakan diri saat memposting status atau apapun di media sosial.

” Post di IG menggunakan bahasa Madura, misalnya ” jelasnya.

Terakhir Zamil berpesan agar generasi muda berani untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

” Tidak malas apalagi takut untuk mencoba. Karena dengan mencoba itu masih ada kemungkinan untuk berhasil dibandingkan dengan tidak mencoba sama sekali,” tandasnya.

Penulis: Fendi Chovi
Editor: Mazdon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here