Sumenep, genpimadura.id – Sejumlah kolektor keris di kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tengah membicarakan pentingnya mengenalkan keris kepada masyarakat, terutama bagi kalangan pemuda atau kaum Millenial.

Para kolektor keris ini, lalu tergabung dalam Paguyuban Panji Jokotole, yaitu sebuah wadah yang bergerak secara khusus untuk sebuah eksistensi keris.

Paguyuban ini secara inten mengkampanyekan, bahwa keris tidaklah sekadar sebagai senjata tajam yang berbau mistis dan kuno. Tetapi keris adalah salah-satu warisan budaya nenek moyang yang wajib dijaga dan dilestarikan.

” Kami duduk bersama dari satu tempat ke tempat lain, secara rutin. Awalnya paguyuban ini terbentuk karena memiliki kesamaan hobi, sebagai kolektor keris. Awalnya, kami terkoneksi melalui jejaring media sosial dan saling mengenal hingga membangun solidaritas untuk merawat dan melestarikan keris,” ujar Faisal, ketua Paguyuban Joko Tole, kepada genpimadura.id, (17/06/21).

Paguyuban Panji Jokotole ini, terus berupaya menjadikan keris sebagai benda pusaka yang bisa dikaji dan dilestarikan di kalangan anak muda.

” Kami ingin mengedukasi khususnya kepada para millenial, bahwa keris bukan sebagai benda pusaka yang kerap dicitrakan berbau klinik atau mistis, tapi keris sebuah pusaka warisan nenek moyang yang tidak boleh hilang oleh peradaban atau budaya baru” ujarnya.

Paguyuban Panji Jokotole diharapkan mampu menjadi sarana edukasi keris dan bisa menjadi mitra dan terjalin sinergitas dengan paguyuban keris lain, yang telah berdiri jauh sebelumnya, untuk terus mendorong pemuda agar lebih mengenal keris sebagai pusaka yang memiliki nilai sejarah, seni dan ekonomis.

” kami biasa berkumpul untuk mengaji seluk beluk tentang keris. Kami juga saling belajar. Setiap pekan, berkumpul di sebuah cafe, dengan sesama kolektor keris. Lalu, mengundang empu keris yang kompeten untuk berbicara dan mendiskusikan keris secara lebih utuh,” pungkasnya.

 

Penulis : Fendi Chovi

Editor : D’ King Abdul Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here