Sumenep, genpimadura.id – Keberadaan Lapangan Kesenian Sumenep (LKS) diharapkan menjadi salah satu panggung kreasi sekaligus pusat pertunjukan seni budaya untuk menarik wisatawan Mancanegara di Kabupaten Sumenep Madura.

Tepat di Pusat Kota, Lapangan Kesenian Sumenep ini hanya tidak lebih dari 100 Meter ke arah barat Keraton Sumenep, Tepatnya di depan Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Jl. Gotong Royong desa Pajagalan, Sumenep, Madura.

“Sejak tahun 1970- 1980, tempat itu sudah dijadikan pusat pementasan para seniman, dan namanya Panggung Kesenian Gotong Royong. Para seniman biasa membaca puisi dan menampilkan pementasan teater,” kata Syaf Anton WR, salah-seorang budayawan kondang Sumenep kepada genpimadura.id, (12/07/21).

Menurutnya, Lapangan Kesenian Sumenep sangat strategis sebagai Panggung Kesenian.

“Saya berharap agar rekomendasi yang pernah kami sampaikan kepada instansi terkait, khususnya Disparbudpora agar benar-benar menjadikan tempat ini sebagai gelanggang pertunjukan para seniman,” ujarnya.

Syaf Anton menambahkan, Lapangan Kesenian Sumenep setidaknya bisa dijadikan sebagai tempat singgah yang memberikan tontonan hiburan bagi para wisatawan mancanegara.

“Dulu saya menawarkan, saat wisatawan pergi bersenang-senang ke Pantai, lalu kembali ke Hotel, hiburan apa yang bisa mereka nikmati dan singgahi di pusat kota, ini yang perlu untuk manfaat keberadaan panggung seni gotong royong ini bisa dirasakan,” ujarnya.

Pada rentetan acara Visit Sumenep pada 2018 lalu, Lapangan Kesenian Sumenep dijadikan lokasi lomba Festival Dalang Cilik, selain pertunjukan seni budaya. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat pameran berbagai benda yang layak dipamerkan dan dijual.

Lapangan Kesenian Sumenep juga bisa menjadi pasar seni (yang menjual aneka benda seni dan aksesoris) sehingga para wisatawan dapat menikmati sesuatu yang berbeda saat berkunjung ke Sumenep.

“Paling tidak, para seniman yang diberi tempat untuk melakukan pertunjukan di sekitar pusat kota dan tidak dipersulit dengan perijinan atau administrasi lainnya,” pungkasnya.

 

Penulis : Fendi Chovi

Editor : Raja Abdul Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here