Sumenep, genpimadura.id – Malasuwang Lopi – Lopi adalah tradisi ritual pengusir wabah atau penyakit bagi Suku Mandar Desa Pangerungan Besar, kecamatan Pulau Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ritual ini digelar setiap tahun, terutama saat datangnya bulan Muharram. Bagi masyarakat setempat, terutama di kalangan Suku Mandar dan Suku Bajo, ritual ini juga dikenal dengan sebutan Tullak Bala Manua atau Maleppe Bibidok.

” Tradisi ritual untuk menolak wabah di Desa ini yang sudah berlangsung bertahun-tahun secara turun temurun dari para leluhur. Harapannya segala bentuk penyakit dan malapetaka yang datang ke Pulau Pagerungan besar bisa cepat pergi,” ujar Supriyadi, Tokoh Masyarakat di Pulau Sapeken, kepada genpimadura.id, (18/07/21).

Saat Mallasuwang Lopi-Lopi digelar, Masyarakat berbondong hadir ke pantai. Di sana mereka menggelar ritual dengan cara melepas sampan kecil ke laut lepas.

” Sampan kecil itu dilepaskan ke laut. Dibiarkan pergi dibawa angin dengan harapan segala penyakit yang ada di kepulaun juga cepat pergi,” ujarnya.

Sebelum sampan kecil itu dilepas, biasanya digelar dzikir dan doa bersama, dilanjutkan dengan dan ceramah singkat Tokoh Agama setempat.

” Baru setelah itu, pelepasan perahu dilakukan sambil menabuh gendang suku Mandar diiringi dengan makmacca atau pencak silat. Miniatur sampan kecil itu pun dilepas ke laut oleh seorang pawang, ” ujarnya.

Kali ini, ritual Mallasuwang Lopi-Lopi digelar di tengah bahaya ancaman virus Covid-19. Dengan harapan pandemi ini segera berakhir.

 

Penulis : Fendi Chovi

Editor : King Abdul Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here