Sumenep, genpimadura.id – Siapa yang tidak kenal dengan Labatik? Ya, Labatik adalah nama dari produk batik tulis, yang memiliki ciri khas tersendiri dan tidak identik dengan batik lainnya.

Labatik merupakan kepanjangan dari Labang Agung Batik. Labatik adalah salah-satu industri kerajinan batik asal Sumenep, yang bertempat di Jl. Teuku Umar No. 12 Pandian Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Nama Labatik ini diambil dari tiga peninggalan bersejarah di Kabupaten Sumenep, yaitu Labang Mesem, Masjid Agung, dan Asta Tinggi.

Kerajinan batik itu didirikan oleh dua orang pemuda, yakni Moh. Thoha dan Fauzi. kedua pemuda asli Sumenep tersebut sebetulnya tidak memiliki keahlian khusus dalam membatik. Hanya saja mereka memiliki imajinasi dan karakter seni tinggi.

“Jadi tidak hanya sekedar membatik atau sekedar jadi batik, tetapi kami mencoba menyentuh dalam kebudayaan Madura, sehingga lahirlah karya batik dengan corak dan motif Madura” Kata Moh. Thoha.

Dan yang tak kalah penting kata Thoha, Design atau pola pada corak dan motif yang ditawarkan kepada pembeli memiliki nilai edukasi, sejarah, budaya dan pesan karakteristik orang Madura.

“Sepintas cara pembuatannya tampak berbeda dan tidaklah lazim seperti para pengrajin batik yang lain. Jadi konsep pembuatannya, berupa batik tematik,” ujarnya.

“Para pembeli tidak sekadar memakai batik, tapi ikut merasakan corak dan motif yang dihadirkan, berupa cerita yang mengesankan sehingga terasa connect dengan jiwa dan emosi pemakainya itu sendiri,” ujarnya.

Dengan beberapa keunggulan produk Labatik, tidak sedikit masyarakat luas yang memesan atau menggunakan Labatik. Sejumlah kalanganpun sangat terpikat, mulai pejabat di instansi pemerintah, politisi, pengusaha, praktisi pendidikan, jurnalis, hingga komunitas anak-anak muda.

Dan yang sangat mengagumkan, industri kerajinan batik ini dipercaya menjadi mitra Busana Madura Awards Tahun 2019 lalu.

“Tentu kita akan terus berinovasi dengan kreasi-kreasi terkini sekaligus membentuk kelompok-kelompok binaan sehingga Labatik semakin mengakar di Madura, membumi di Nusantara bahkan Manca Negara” ujarnya.

Beberapa corak dan motif yang dihasilkan Labatik, yaitu batik bermotif Celurit, Keris, Sumekar atau Kuda Terbang, hingga Karapan Sapi, serta Bangunan bersejarah dan ikon Sumenep.

“Labatik, untuk Anda yang Berkelas” Pungkas Thoha.

Penulis : Fendi Chovi
Editor : Abd. Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here