Sumenep, genpimadura.id – Pangeran Lor dan Wetan adalah dua penguasa kembar yang ditunjuk menjadi Adipati Sumenep pada 1562 M. Makam Dua pangeran itu ada di Asta Karang Sabu, hanya 500 Meter ke arah barat dari pusat kota, tepatnya di Keluharan Karang Duak, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Tajul Arifin, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kabupaten Sumenep mengatakan, pada tahun 1565 M, Pangeran Lor terbunuh saat mengantar upeti ke Kerajaan Pajang dibawah kekuasaan Raja Jakatingkir Sultan Hadiwijaya.

Pangeran Lor diserang oleh musuh, sehingga ususnya keluar terburai, lalu dililitkan sendiri pada kerisnya.

Hingga saat ini, cungkup yang menaungi dua makam, Putera Raja Kanduruhan Penguasa Sumenep itu memiliki cungkup berwarna merah. Bahkan, Pintu Gerbang juga berwarna merah.

” Itu ada kisah dan filosofinya, itu menjadi penanda bahwa tubuhnya terbungkus darah merah yang dikelilingi melati putih (usus) dan sayangnya, sekarang ini lilitan melati putih sudah tidak ada lagi,” kata Tajul Arifin, kepada genpimadura.id, (05/07/21)..

Itulah alasan warna merah tetap dipertahankan dalam cungkup dua Pangeran kembar itu. Makam Lor dan Wetan berdekatan dengan bapaknya, Pangeran Kanduruhan.

” Bedanya, makam pangeran Kanduruhan berada di luar cungkup, Sementara dua makam Puteranya berada dalam cungkup, tetapi tetap dalam saru lokasi yang sama, ” pungkasnya.

Kawasan Makam Lor dan Wetan sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dengan Nomor Keputusan Bupati Sumenep, Nomor : 188/149/KEP/435.013/2020. Tertanggal 05 Maret 2020.

 

Penulis : Fendi Chovi

Editor : King Abdul Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here