Pamekasan, genpimadura.id – Festival Durian Puncak Ratu Pamekasan (FDPR) yang akan digelar pada akhir Bulan Januari mendatang, merupakan Festival Durian yang pertama kali diadakan di Madura.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Tebul Barat, Moh Ali Purwanto. Pihaknya mengaku sangat apresiatif dengan digelarnya Festival Durian ini.

Pengunjung berswafoto di Puncak Ratu

” Tentu saja saya sangat mengapresiasi. Karena festival durian ini adalah yang perdana di Madura,” terangnya kepada genpimadura.id, Minggu (26/1/2020).

Wawan, sapaan akrab Kades muda ini menjelaskan bahwa bumi Desa Tebbul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura ini merupakan salah satu di antara beberapa Desa di Kota Gerbang Salam yang memiliki tanah cukup subur.

” Setidaknya, ada tiga Desa dengan tanah yang subur di sini dan baik untuk ditanami durian. Yaitu, Tebul Barat, Tebul Timur, dan Bulangan. Tebul Barat ini yang paling banyak (pohon duriannya, red),” bebernya.

Menurutnya, letak geografis Desa dengan 1.732 pohon durian ini memang cukup strategis, mengingat lokasinya berada di atas ketinggian 200 meter dari permukaan laut.

” Ini dataran paling tinggi di Pamekasan. Makanya destinasi wisata ini lalu dinamakan Puncak Ratu ” katanya.

Dari atas fasilitas gardu pandang Puncak Ratu terlihat kawasan Pantura Madura. Antara lain, Desa Waru, Tamberru, Tobai, Bujhur, dan Sokobana Kabupaten Sampang, dan selayang pandang Kabupaten Bangkalan.

Kades termuda di wilayah Kota Gerbang Salam itu menyampaikan, Festival Durian Puncak Ratu direncanakan akan digelar setiap musim panen durian, dengan tujuan tidak lain adalah agar masyarakat Desa setempat, semakin cinta terhadap hasil bumi lokal yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kades Tebul Barat Moh Ali Purwanto saat mendampingi para pekerja yang sedang merevitalisasi fasilitas wisata Puncak Ratu.

” Bagaimana durian tidak hanya buah durian, tapi bagaimana nanti terus bermunculan ide-ide kreatif dari masyarakat kami. Misalnya, olahan durian ini dan itu, lalu jadi oleh-oleh kuliner khas Kota Pamekasan,” katanya penuh harap.

“Besok (28/1) kita gladi resik,” imbuhnya mengakhiri pembicaraan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Festival Durian Puncak Ratu, Hasan Basri mengungkapkan, event tersebut akan berlangsung selama tiga hari.

” Mulai tanggal 31 Januari sampai 2 Februari (2020: red) ” terangnya kepada genpimadura.id, Jumat (24/1/2020).

Kegiatan festival tersebut, sambung Basri, akan disemarakkan dengan berbagai jenis lomba. Diantaranya adalah lomba belah durian, lomba olahan durian, lomba foto selfie dan vlog, serta lomba mewarnai untuk tingkat usia taman kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Pamekasan.

Penulis: Mazdon
Editor: Abd. Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here