Foto by Fendy Chovi

Sumenep, genpimadura.id – Penyair dan Budayawan Nasional D Zawawi Imron, hadir dalam acara Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Sumenep, Sabtu siang (07/03/2020).

Acara pengukuhan DPW IMABA ini dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), perwakilan dari Disparbudpora, dan segenap jajaran Forpimda Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Setelah pelantikan, kegiatan yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep ini dilanjutkan dengan diskusi publik pariwisata Madura dengan tema “Cultural and Historical Heritage for Economic Development”.

Dalam sambutannya, penyair kondang asal Kecamatan Batang-Batang itu menyampaikan asal mula diistilahkannya Indonesia sebagai potongan dari surga.

” Yang mengatakan Indonesia tanah surga itu bukan orang Indonesia, tapi orang yang punya hati yang bersih dan jernih ” jelasnya.

Foto by panitia

Zawawi Imron menyebutkan sebuah hadits yang berarti bahwa, barangsiapa yang dalam hatinya tidak punya rasa keindahan, dia tidak akan bisa melihat tanah air Indonesia ini sebagai sebuah keindahan.

Pernyataan itu, lanjut Zawawi, disampaikan oleh Syeikh Mahmud Syaltut ketika Konferensi Islam Asia Tenggara di Bandung pada tahun 1964 silam.

“Ada delegasi dari Mesir, namanya Syeikh Mahmud Syaltut, Rektor (Universitas) Al-Azhar saat itu,” ujarnya di hadapan ratusan hadirin.

” Yang kita tahu, Negara Mesir itu kan tanahnya gersang, ya. Tumbuh-tumbuhan saja sulit tumbuh, kalau ada kesuburan hanya ditepian sungai Nil. Begitu Syeikh Mahmud Syaltut saat datang ke Indonesia, beliau merasa terpesona, takjub akan ciptaan Allah yang namanya bumi Indonesia ” tuturnya.

Apa yang ia saksikan, yang jauh berbeda dengan Mesir? Zawawi lalu mengumandangkan sebuah puisi tentang keindahan panorama alam desa dan pantai yang ada Indonesia, disambut tepuk tangan para hadirin.

Pada saat itulah, kata Zawawi, Syeikh Mahmud Syaltut mengungkapkan kepada Presiden Soekarno bahwa Indonesia adalah potongan surga yang diturunkan Allah di dunia.

Baru beberapa tahun kemudian setelah itu, katanya, lalu muncul penyanyi yang menyanyikan lagu: “Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”.

Jadi, simpulnya, keindahan Indonesia adalah modal utama untuk mengelola sekian tempat pariwisata yang ada sebagai yang terbaik di dunia.

” Alamnya saja bisa menjadi tempat pariwisata terbaik di dunia. Tetapi, ada rumus dalam kebudayaan. Dalam pengelolaannya ini juga bisa dikaitkan dengan agama ” terangnya.

Agar bumi Indonesia ini bisa tetap makmur dan subur, menurutnya kekayaan bumi nusantara harus diurus oleh hati yang indah dan akhlak yang juga indah.

” Kalau tanah airnya saja yang indah, tapi diurus oleh hati yang tidak indah dan budi pekerti yang tidak indah, nanti bisa tidak karuan ini. Nah, di sinilah perjuangan pariwisata ” tegasnya.

Oleh sebab itu, Indonesia kedepan menurutnya membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas dan ahli dalam bidang politik, akan tetapi juga harus punya hati dan budi pekerti yang indah.

Zawawi menutup pembicaraan dengan puisinya yang berjudul ‘Indonesia Tanah Sajadah’. Bahwa menurutnya, kita semua yang lahir dari rahim Indonesia dan akan kembali melebur ke dalam tanah Indonesia, sudah sepatutnya merawat bumi pertiwi ini dengan hati yang ikhlas dan bersih.

Penulis: Fendi Chovi
Editor: Mazdon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here