Sumenep, genpimadura.id – Berbagai cara dilakukan Sekelompok warga disejumlah Desa di kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar berbagai ritual untuk mencegah dan melawan wabah Covid-19, selai mematuhi Protokol Kesehatan.

Salah-satunya, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Gapura, Kecamatan Gapura, Sumenep, yakni dengan menggelar selamatan yang diawali pembacaan shalawat Burdah keliling Desa.

Berkeliling Desa sambil membaca Shalawat Burdah sembari membawa obor tersebut, memang sering dilakukan warga setempat karena merupakan perintah para Ulama yang menjadi tradisi sejak lama, bahkan sebelum pandemi Covid-19.

” Kegiatan Burdah keliling dengan membawa obor dilakukan untuk menolak wabah dan itu dilakukan para leluhur untuk melawan penyakit ganas di masa lalu,” kata Tirmidzi, salah-seorang Tokoh Masyarakat Gapura, genpimadura.id, (09/07/21)

Menurutnya, ritual tersebut telah dilakukan oleh para leluhur itu, tak lain sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan sarana mengusir wabah, yang saat ini tengah merajalela didunia.

” Saat ini, para warga juga mulai dibimbing membeli kambing untuk menyembelih dengan cara patungan. Sebagai bentuk ikhtiar untuk diberi keselamatan, kambing nanti dimasak dan dimakan bersama-sama” ujarnya.

Sementara beberapa Desa lain di Sumenep, juga tengah ramai dan kompak dengan gelaran doa bersama atau selamatan, dengan tujuan juga untuk mengusir Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh warga Desa di Kecamatan Bluto. Hal itu berdasarkan arahan atau petunjuk Tokoh Agama setempat.

Masing-masing warga membawa ketupat yang dibungkus dari daun pisang (Conthong, Madura; red) dengan lauk-pauk berupa sepotong ayam kampung yang digoreng. Dan minuman air mentah yang dicampur parutan ubi jalar.

” Semua dibawa ke Masjid atau Mushallah, usai berdoa bersama dan membaca Surat Yasin, lalu dimakan dan bersama-sama” ujar Fatayati, warga Desa Bluto.

Minum minuman air mentah yang dicampur parutan ubi jalar, harus dilakukan tidak hanya pada saat pelaksanaan selamatan, tetapi harus selama tiga hari berturut-turut.

” Ambillah ubi jalar dan cuci dengan bersih. Lalu diparut dan diperas dan kemudian dicampur dengan air mentah. Minumlah tiga kali sehari. Selama dua hingga tiga hari berturut-turut ” pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini Bupati Sumenep tengah mengeluarkan Surat Edaran kepada Takmir Masjid dan Mushallah untuk gencar menggelar Doa bersama secara rutin membaca Shalwat Thibbil Qulub dan Burdah, setiap setelah Shalat Maghrib dan Isya’, baik secara berjamaah maupun pribadi-pribadi dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

 

Penulis : Fendi Chovi

Editor : King Abdul Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here