Sumenep, genpimadura.id – Canteng Koneng merupakan industri batik Sumenep Madura dengan motif tegas berkarakter, mulai dari design dan warna yang dihadirkan.

Batik tulis rintisan Didik Haryanto ini, atau akrab dipanggil Didik Cako. Cako Sendiri adalah singkatan dari Canteng Koneng. Produksi Batik Canteng Koneng beralamat di Jl. Kartini Gg II No 01 Pangarangan Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pemberian nama Canteng Koneng (Gayung Berwarna Kuning; red) memiliki makna yang sangat filosofis.

“Canteng itu berarti alat mengambil air atau gayung, dan identik dengan tempat rejeki. Air itu tanda kehidupan. Sedangkan koneng identik dengan emas” ujarnya, kepada genpimadura.id (11/02/2020).

Menurut Laki-laki asal Sumenep kelahiran 08 Februari 1981 ini, batik tidak akan bagus goresannya tanpa menggunakan canteng (gayung) batik. Canteng batik yang bagus terbuat dari tembaga yang warnanya kuning.

Menurut Didik, Warga Madura sangat beragam, tidak hanya soal budaya, tetapi juga soal bahasa, dan untuk menyatukan itu semua salah-satunya adalah Batik.

“Canteng Koneng adalah bagian dari penegasan dan pemersatu keragaman Madura” ungkapnya.

Sejak dirintis pada Februari 2011 silam, Canteng Koneng terus berinovasi untuk menyajikan karakteristik batik yang khas dan tegas, sebagai identitas Madura. Bahkan selama perjalanan merintis Canteng Koneng, tidak luput dari berbagai rintangan.

Namun, Didik tetap tidak bergeming untuk terus berusaha mendesain motif batik yang memiliki karakteristik yang tegas baik warna dan corak yang ditampilkan.

“Awalnya sih dibully, karna tidak mencerminkan khas batik Sumenep, tapi sekarang malah ditiru dan dijadikan rujukan para pembatik pendatang baru lain di Sumenep,” ujarnya.

Didik menambahkan, kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata juga dilakukan untuk memajukan industri batik Sumenep. Setidaknya, para wisatawan domestik dan manca negara sehingga bisa membawa souvenir batik khas Canteng Koneng.

Batik hasil tangan dingin Didik inipun semakin banyak digandrungi banyak kalangan atau profesi. Mulai dari pejabat, pengusaha hingga kalangan anak muda.

“Banyak, yang mulai memakai batik produk original Canteng Koneng, rata-rata mereka mengenakan saat ke acara resepsi pernikahan dan acara resmi lainnya,” ujar Didik.

“Kami berupaya untuk membuka cabang produksi di beberapa kecamatan, sudah ada yang terbentuk, di Kecamatan Batu Putih, Rubaru, Pekandangan dan Batuan” ujarnya.

Didik menyebutkan, para pelaku industri batik saat ini bisa mendapat bayaran di atas UMK, berkisar antara dua hingga 3 juta lebih tiap bulannya.

Ke depan, Didik menargetkan untuk mencetak tenaga kerja tambahan 50 hingga 100 orang untuk rumah produksi yang baru.

“Kami juga membangun mitra rumah produksi di sekitar tempat destinasi wisata pantai Slopeng,” ujarnya

Hingga saat ini, ratusan motif batik diproduksi sesuai selera pemesan, mulai naga parjugha, tera’ bulan, kuda terbang, tembakau, ayam dan lainnya. Canteng Koneng terus berinovasi untuk melahirkan batik berkarakter motif khas keragaman alam Madura.

Penulis : Fendi Chovi
Editor : Abd. Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here