Sumenep, genpimadura.id – Tabularasa yang beralamat Jl. Dr. Cipto No. 50, Kolor, Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur lambat laun kini menjadi salah satu cafe yang nge-hits di kabupaten berlambang kuda terbang.

Cafe yang mengusung tagline ‘Secangkir Kopi Sekental Rindu’ ini secara resmi dilaunching pada 08 Agustus 2019 yang lalu.

Faiqul Khair Al-Kudus (29), owner cafe ini, menyebutkan, bahwa digagasnya Cafe Tabularasa ini berawal dari sebuah candaan, namun kemudian dia seriusi dan berhasil diwujudkan menjadi seperti saat sekarang ini.

Niatan untuk mendirikan cafe ini, ungkap Faiq, bermula dan mendapatkan ide dari Kiai M Zamiel El-Muttaqien, salah satu kiai di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura. Dirinya mengaku banyak mendapatkan ilmu, wawasan, dan hikmah perihal kehidupan dari mendiang Kiai Miming, panggilan akrab almarhum.

“Saya seringkali berkomunikasi secara intensif dan belajar bersama almarhum. Sewaktu beliau masih ada, saya selalu bersama beliau,” katanya saat ditemui genpimadura.id, Sabtu tanggal 29 Februari 2020 lalu.

Ruang berdiskusi dengan Man Miming, begitu Faiq memanggil Kiai Miming, senantiasa menginspirasinya agar punya niatan dan semangat untuk menyediakan ruang berkumpul bagi masyarakat, “ruang belajar dan bertukar informasi,” ucapnya

Faiq lebih lanjut menuturkan, tempat ini pada mulanya hendak diberi nama Cafe Latee, merujuk pada salah satu daerah di Ponpes Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura dimana ia menghabiskan masa kanak dan remajanya menuntut ilmu agama.

“Cafe itu kemudian diberi nama Tabularasa yang berarti kertas kosong. Manusia lahir tanpa isi apa pun, dan kemudian pengetahuan mengisi secara sedikit demi sedikit,” paparnya menyebutkan sekelumit filosofi penamaan Tabularasa.

Tabularasa menurutnya bukan sekadar tempat untuk bertemu, tapi juga ada ruang pemberdayaan untuk anak muda agar terus beredukasi seputar dunia kopi.

“Kami terus mengedukasi tentang kopi, minuman yang baik dan bergizi. Hal lain juga kami siapkan ruang sekolah bagi semua orang, yang fotografer, penyanyi, seniman dan budayawan kami persilakan untuk berkarya, berbagi pengetahuan bersama di sini” ujarnya.

Cafe Tabularasa kini menjadi pilihan tempat berkumpulnya berbagai kalangan dan profesi yang beragam. Mulai dari anak muda, remaja, dewasa, dari kelas bawah secara ekonomi sampai kaya, bahkan untuk sekelas para pejabat dan wisatawan mancanegara.

“Kami siapkan semua menu dari harga termurah sampai termahal, kami sediakan,” ujarnya.

Di Tabularasa, lanjut Faiq, mereka saling bertukar pengalaman, berbagi wawasan dan mendiskusikan pernik kehidupan di luar sana.

Semangat yang diusungnya sangat sederhana, yakni ‘Belajar Tanpa Batas’. Saat berkumpul, terang dia, maka semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah.

“Yang terpenting orang akan merasa nyaman dan merasa seperti di rumah sendiri. Makanya, seluruh karyawan di Tabularasa adalah teman belajar bersama,” imbuhnya.

Tabularasa rutin menggelar agenda-agenda mingguan, bulanan, dan kegiatan yang bersifat temporal. “Mingguan seperti musik akustik, ya bulanan kayak diskusi buku dan seni misalnya,” timpal Faiq.

Sedangkan untuk acara yang digelar secara temporal biasanya berupa kerjasama dengan beberapa lembaga yang mau diajak untuk mengisi ruang belajar di sini.

Terbaru, Faiq menyebutkan, yaitu satu terobosan bernama Universitas Imajinasi, “Dimana di situ seniman, guru, aktivis, budayawan, musisi, sampai ke pegiat foto dan digital video berkumpul untuk belajar bersama,” ungkapnya.

Di Cafe Tabularasa para pembeli bisa menikmati berbagai aneka menu unggulan, yaitu Coffee Bear (kopi yang secara bentuk penyajiannya mirip beer), Lemon Coffee, dan lain sebagainya.

“Intinya kalau soal kopi semua unggulan. Karena kami edukasinya lewat jalur kopi sih memang. Camilan ada banana nugget, ada juga aku Tahu kamu Rindu,” bebernya.

Sebelum menutup pembicaraan, Faiq menegaskan bahwa para pengunjung tidak perlu khawatir soal fasilitas. “Di Tabularasa kita disediakan kamar mandi juga ruangan khusus untuk beribadah,” tandas dia.

Penulis : Fendi Chovi
Editor : Mazdon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here