Menjelang pagelaran Festival Durian Desa Tebul Barat 2020, jumlah pengunjung ke destinasi wisata alam Puncak Ratu Pamekasan melonjak drastis.

Terhitung sejak awal bulan tahun 2020 hingga tanggal 26 Januari kemarin, jumlah pengunjung mencapai 6.300 orang.

” Angka itu naik dari bulan-bulan akhir tahun lalu (2019, red). Setiap bulan biasanya hanya berkisar antara 3.000 hingga 4.000 pengunjung,” ungkap penjaga tiket wisata Puncak Ratu, Mohammad Hariyanto, kepada genpimadura.id, Senin (27/1/2020).

Kades Tebul Barat Moh Ali Purwanto (kanan) dan Rian (kiri) saat pose bareng dengan salah seorang pengunjung bule asal Italia di Puncak Ratu Pamekasan.

Sejak dilaunching pertama kali pada awal bulan Januari tahun 2019 silam, pengunjung yang datang ke puncak tertinggi di Kabupaten Pamekasan ini bersifat fluktuatif.

” Naik turun, melonjak biasanya setiap akhir pekan,” katanya.

Kalau secara terperinci, sambung dia, sementara data yang bisa ia sebutkan hanya antara Bulan November dan Desember 2019. “November ada 3.600 orang, dan Desember itu 4.700 orang,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Mohammad Ali Purwanto mengungkapkan, pengunjung yang datang ke kawasan wisata penghasil durian terbesar di Madura ini tidak hanya berasal dari penduduk lokal dan nasional.

“Akhir bulan kemarin (Desember 2019, red) itu ada dari Italia, rombongan satu mobil, mereka diantarkan oleh pemandu wisata dari Jogja,” bebernya.

Terakhir, Kades termuda di Kota Gerbang Salam itu berharap, dengan digelarnya Festival Durian Puncak Ratu (FDPR) pada akhir Januari 2020 mendatang, trend kunjungan wisatawan ke tempat wisata alam Puncak Ratu semakin meningkat.

” Durian Puncak Ratu di Desa Tebul Barat ini saya pikir sudah kesohor dimana-mana. Saya yakin ke depan jumlah wisatawan akan semakin pesat. Kita siapkan nanti olahan durian Puncak Ratu, oleh-oleh khas Pamekasan,” tandasnya.

Penulis: Fendi Chovi
Editor : Abd. Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here