Sumenep, genpimadura.id – Warga di Sumenep, Jawa Timur memiliki kebiasaan tidur unik, yaitu tidur di atas kasur pasir. Kebiasaan ini sudah menjadi tradisi dan telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Tidur di atas kasur pasir ini sampai sekarang masih bisa dijumpai di tiga Desa, yaitu Desa Leggung Timur, Lengung Barat, dan Dapenda Kecamatan Batang-batang Sumenep. Warga tiga Desa meyakini memliki sejumlah khasiat atau manfaat.

Setiap kamar rumah disana bisa dipastikan terdapat Kasur Pasir, biasanya rata-rata berukuran 2×1,5 Meter persegi, dengan kedalaman atau tinggi 20 atau 30 Cm. Pasir mereka ambil dari bibir pantai yang sudah dikeringkan.

Berikut 3 manfaat tidur di atas Kasur Pasir Sumenep :

1. Penangkal guna-guna atau santet

Warga meyakini, tidur di atas Kasur Pasir dapat terhindar atau menolak segala bentuk dan jenis guna-guna. Tentu saja jika tidur disana dalam tenggat waktu yang cukup lama.

2. Mencegah penyakit kulit

Tidur di atas Kasur Pasir juga diyakini warga dapat mencegah penyakit kulit, seperti gatal-gatal, panu, kurap dan sejenisnya.

3. Mencegah penyakit reumatik

Sudah menjadi kenyataan dan dapat dibuktikan, tidur di atas Kasur Pasir dapat mencegah dan mengobati penyakit reumatik, sakit pinggang, dan nyeri otot.

Zubaida, salah-seorang warga di Desa Legung mengaku, kebiasaan tidur di atas kasur itu sudah dilakukan sejak kecil. Tidur di atas Kasur Pasir terasa sejuk sekaligus bisa untuk menghangatkan badan.

” Kami menjadikan pasir-pasir itu juga tempat untuk rebahan bersama anak-anak. Bahkan, anak saya juga lahir di atas hamparan pasir di kamar,” ujarnya.

Menurut Zubaida, sejumlah wisatawan dari dalam maupun dalam Daerah sudah sering berkunjung, bahkan sejumlah pejabat sekelas Bupati datang menginap dirumahnya.

Rumah Zubaida tidak jarang dijadikan sebagai penginapan bagi wisatawan yang ingin bermalam dan ingin merasakan nuansa tidur di atas Kasur Pasir.

” Iya, sebelum pandemi Covid-19, para wisatawan dari berbagai daerah datang ke sini. Mereka bermalam di sini dan tidur di depan halaman rumah, sambil melihat bintang-bintang dan esoknya pergi ke pantai ikut belajar menangkap ikan,” tambahnya.

Tidur di Kasur Pasir di Rumah Zubaida, maupun rumah warga lainnya tidak ada tarif atau biaya khusus. Namun untuk makan dan minum biasanya para pengunjung memesan dan ikut nimbrung memasak.

” Para tamu yang datang ke sini, kami biarkan membayar seikhlasnya. Kami hanya membelikan bahan makan atau minum sesuai pesanan mereka,” pungkasnya.

 

Penulis : Fendi Chovi

Editor : King Abdul Rahem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here